Saat Teduh – SETENGAH KOSONG ATAU SETENGAH ISI?

Renungan.org - Renungan Harian 29 April 2020_ Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia
Renungan.org - Renungan Harian 29 April 2020_ Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia

Saat Teduh Kristen hari ini: April 2020

Bacaan Alkitab

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia …”

Roma 8:28

Renungan

Suatu kali seorang peziarah beristirahat di bawah sebatang pohon kelapa. Tiba-tiba seekor kera yang berada di atas pohon menjatuhkan sebuah kelapa dan mengenai kepala si peziarah itu. Kemudian ia meminum airnya, memakan daging kelapa dan memakai batok kelapa tersebut sebagai tempat makan dalam perjalanan selanjutnya.

Masalah memang kadang tak bisa ditolak, walau ia tak diundang. Paulus memberi nasihat yang indah bagaimana sikap seorang kristen menghadapi masalah. Kita dianjurkan untuk menyadari bahwa Allah bekerja di dalam masalah hidup kita dan memberikan kebaikan melalui masalah tersebut. Dengan demikian, beriman berarti menyadari adanya kebaikan Allah di dalam keburukan hidup. Menemukan blessing in disguise (= berkat terselubung). Inilah sikap optimistis yang perlu kita kembangkan.

Nah, saya punya satu pertanyaan buat Anda. Menurut Anda, jika ada segelas air yang isinya setengah, gelas itu setengah kosong atau setengah isi? Seorang psikolog mengatakan bahwa kalau Anda menjawab gelas tersebut setengah kosong, maka Anda termasuk orang yang pesimistis, yang hanya melihat kenyataan dari sudut yang negatif dan suram saja. Namun, bila Anda mengatakan gelas itu setengah isi, maka Anda termasuk orang yang optimistis, yang mampu melihat dari sudut yang positif.

Yang tepat sebenarnya, gelas itu setengah kosong sekaligus setengah isi. Artinya, di dalam masalah hidup ada kebaikan yang bisa kita terima. Dan kita bisa berkata bahwa Allahlah yang memberikan kebaikan tersebut kepada kita. Kita akan berani menerima kenyataan pahit dengan tegar jika kita tetap mempercayai bahwa ada kebaikan Tuhan di dalamnya.

Tanpa nada-nada minor sebuah lagu yang agung akan hilang keindahannya.