Renungan.org
Home - Renungan Harian - Renungan Harian – Salieri

Renungan Harian – Salieri

Renungan harian Renungan.org - 25 Maret 2020 - Kita bisa tergoda untuk berhenti di tengah jalan. Kita mungkin melihat seolah-olah segala upaya mengikut Tuhan sia-sia karena Dia tidak

Renungan Harian Kristen hari ini: Maret 2020.

Bacaan Alkitab

Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.

Amsal 24:14

Renungan

Salieri adalah salah satu tokoh dalam film Amadeus. Awalnya ia berhasrat menyerahkan hidup dan kemampuannya di bidang musik bagi Tuhan. Tetapi, kemudian ia memutuskan untuk berhenti. Alasannya sederhana, baginya Tuhan tidak adil karena telah mengaruniakan kemampuan musik yang lebih baik kepada Mozart. Ia beranggapan, Mozart yang kehidupannya lebih brengsek tidak seharusnya menerima karunia musik sehebat itu.

Serupa tapi tak sama dengan Salieri, Asaf juga pernah tergoda untuk berhenti menjaga kekudusan di hadapan Tuhan. Ia merasa segala upayanya sia-sia tatkala melihat orang fasik ternyata bisa hidup lebih baik. Ia mengira bahwa orang fasik seharusnya dihukum oleh Tuhan dan orang benar diberkati. Namun, yang terjadi sebaliknya. Syukurlah, dalam perjalanan melewati pergumulan tersebut, ia akhirnya bertobat dan kembali berkarya. Apa yang membuatnya demikian? Ketika melihat garis akhir, ia sadar bahwa selama ini ia memandang segala sesuatu berdasarkan pikirannya sendiri, bukan dari sudut pandang Allah. Ia hanya melihat apa yang ada di depan mata, bukan garis akhirnya.

Dalam perjalanan hidup kristiani, kita bisa mengalami apa yang dialami oleh Asaf. Kita bisa tergoda untuk berhenti di tengah jalan. Kita mungkin melihat seolah-olah segala upaya mengikut Tuhan sia-sia karena Dia tidak melakukan apa yang kita inginkan atau pikirkan. Maka dari itu, penting bagi kita untuk memelihara pengharapan dengan melihat garis akhir kehidupan kita, menurut sudut pandang Allah.

RETRET BERARTI BERHENTI DARI SEGALA KEGIATAN KITA DAN KEMBALI MELIHAT HIDUP DARI SUDUT PANDANG ALLAH.

Add comment