Saat Teduh – Siapakah yang Paling Penting?

Saat Teduh - Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN … Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air (Mazmur 12,3) - Feb 16 2020
Saat Teduh - Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN … Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air (Mazmur 12,3) - Feb 16 2020

Saat Teduh Kristen hari ini: 16 Februari 2020

Bacaan Alkitab

1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 

2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 

3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 

4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. 

5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; 

6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. 

Matius 5:17-24

Renungan

Dalam sebuah operasi, seorang ahli bedah berpengalaman bertanya kepada seorang dokter muda rumah sakit, “Siapa orang terpenting di ruang ini?”

Dokter muda itu berusaha mencari jawaban yang tepat. Ia yakin seniornya itu tidak menginginkan pujian untuk dirinya sendiri. Karenanya, dengan tetap bersikap sopan ia menjawab, “Saya kira para jururawat yang telah membantu Anda dengan cara yang sangat efisien.”

Ahli bedah itu menggeleng dan menjawab, “Bukan, orang yang terpenting di ruang ini adalah sang pasien.”

Terkadang kita juga melupakan hal yang nyata seperti itu saat mempelajari Alkitab. Dengan mudah kita lupa betapa pentingnya diri kita dalam proses belajar tersebut. Padahal, sikap kita dalam mempelajari Alkitab itu menentukan apakah kita akan mendapat berkat atau tidak. 

Bagaimanakah sikap yang paling tepat dalam mempelajari Alkitab? Pertama, pada saat Anda mulai membaca Alkitab, ingatlah bahwa Anda membutuhkannya untuk membangun diri sendiri, bukan sekadar untuk mengajarkannya lagi kepada orang lain. Kedua, pelajarilah Alkitab dengan kerendahan hati. Jangan mencoba menafsirkan Alkitab seperti yang Anda inginkan, tetapi belajarlah untuk menemukan apa yang difirmankan Allah.

Seorang teolog Jerman bernama Johann Bengel (1687-1752) berkata, “Bersikaplah seperti pembuat sumur yang tidak perlu mengisi sumur yang digalinya, tetapi yang menemukan air dari dalamnya dan mengalirkannya dengan bebas tanpa ada kemacetan, penyimpangan, atau pencemaran.” Barang siapa melakukan hal ini akan tumbuh seperti pohon yang “ditanam di tepi aliran air” (Mazmur 1:3)

PENDALAMAN ALKITAB TIDAK SEKEDAR MEMBERI INFORMASI
TETAPI JUGA MENGADAKAN TRANSFORMASI