Saat Teduh – Selumbarologi dan Balokitis

Saat Teduh - Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu (Matius 75) - Feb 05 2020
Saat Teduh - Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu (Matius 75) - Feb 05 2020

Saat Teduh Kristen hari ini: 05 Februari 2020

Bacaan Alkitab

1 “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 

2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 

3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 

4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 

5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Matius 7:1-5

Renungan

Menurut Yesus, tidaklah baik bila kita ahli dalam “selumbarologi” namun menderita “balokitis.” Dalam Khotbah di bukit, Tuhan bersabda, “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” (Matius 7:3).

Jika kata selumbarologi terdapat dalam katalog universitas, mungkin penggambarannya akan berbunyi demikian: “Inti dari mata kuliah ini adalah pengenalan dan pembahasan secara kritis terhadap kelemahan-kelemahan kecil dalam kehidupan setiap orang di sekeliling kita. Mata kuliah ini sangat laris, segeralah mendaftar.”

Seandainya istilah balokitis muncul dalam kamus kedokteran mungkin definisinya akan berbunyi sebagai berikut: “Sebuah penyakit yang mengubah pandangan terhadap diri sendiri dan membuat seorang individu tidak mampu mengenali kesalahan pribadinya. Hal ini terjadi di seluruh dunia.”

Untuk memecahkan masalah ini, Tuhan menasihatkan, “Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu” (ayat 5).

Kita tidak membutuhkan tukang kayu atau dokter mata untuk memahami perumpamaan Yesus ini. Sebenarnya kita telah mengikuti “mata kuliah” tersebut saat kita “mengidap penyakit” itu. Namun apabila hari ini kita mau mengalihkan perhatian dari selumbar yang kita lihat dalam diri orang lain untuk memperhatikan balok yang ada dalam mata kita sendiri, maka hal itu akan membawa pengaruh besar bagi kita semua!

HENDAKLAH ANDA CEPAT MENILAI DIRI SENDIRI
DAN LAMBAT MENILAI ORANG LAIN