Saat teduh: No compromise

saat teduh Januari 2020
saat teduh Januari 2020

Saat Teduh Kristen hari ini: 08 Januari 2020.

Bacaan Alkitab

(12) Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:

(13) Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

(14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

(15) Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

(16) Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

(17) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.”

Wahyu 2 : 12-17

Renungan

Gereja di  Pergamus adalah jemaat ketiga yang mengalami sapaan Roh Allah. Pergamus adalah sebuah kota di daerah perbukitan pada masanya, dan namanya berarti “tempat ketinggian”. Di sana terdapat perpustakaan terbesar di dunia dan dapat dijumpai sebuah teater raksasa yang sangat termasyur.

Sebuah peradaban yang sangat maju untuk di zaman itu. Namun sayang disayangkan kemajuan peradaban itu tidak diikuti dengan moralitas dari penduduknya. Kota ini tercatat di Wahyu sebagai “tempat tahta iblis” dan “tempat di mana iblis diam”Jemaat Pergamus diperhadapkan dengan pengaruh kuat dari pengajaran Bileam dan Nikolaus. Bileam adalah seorang dukun dalam Pejanjian Lama yang mengutuk umat Israel. Ia dianggap nabi palsu yang menyesatkan bangsa Israel ke dalam penyembahan berhala dan perbuatan zinah.

Sementara Nikolaus menyesatkan beberapa orang di jemaat untuk berkompromi dengan nilai- nilai agama Romawi supaya mendapatkan penerimaan sosial, demi mencegah bencana ekonomi di kota- kota Asia. Agaknya penderitaan yang amat sangat membuat sebagian jemaat berbalik dari iman mereka.Kemajuan peradaban dan imoralitas memang sering berjalan beriringan. Dan sebagai umat Tuhan sering kita terombang- ambing di tengah- tengahnya.

Begitu mudah terseret, begitu sukar bertahan. Inilah pesan dan sapaan Roh kepada jemaat di Pergamus, yaitu kesetiaan dan tidak berkompromi demi mendapatkan status atau kehidupan yang lebih bergengsi di tengah masyarakat yang tidak mengenal Tuhan. Sekularisme harus dihadapi dengan pertobatan, hati yang mengasihi Tuhan dan berani hidup kudus.

Umat Tuhan diminta untuk bersikap tegas terhadap apa pun yang membuat kita menjauh dari Tuhan. Hanya kekuatan Roh Kudus yang dapat membuat kita bertahan sampai akhir.