Renungan.org
Home - Saat Teduh - Saat Teduh – MEMPERLUAS CAKRAWALA PERSAHABATAN

Saat Teduh – MEMPERLUAS CAKRAWALA PERSAHABATAN

11 Mei 2020 - Saat Teduh - Renungan.org

Saat Teduh Kristen hari ini: Mei 2020

Renungan

Pemazmur tidak perlu menghadapi berbagai macam golongan-golongan agama seperti kita pada masa kini. Namun yang perlu dihadapi ialah berbagai macam suku bangsa. Keduabelas suku menciptakan bangsa Israel. Sejarah Perjanjian Lama menunjukkan bahwa orang-orang yang berasal dari satu suku tidak selamanya hidup rukun dengan orang-orang dari suku lain, sekalipun mereka adalah umat Tuhan.

Pernyataan yang berani telah dicetuskan oleh pemazmur: “Aku bersekutu dengan semua orang yang takut kepadaMu”. Tetapi ia mengakui bahwa umat Allah terikat dalam suatu hubungan istimewa. Dalam Perjanjian Baru dijelaskan bahwa semua orang yang percaya kepada Yesus adalah sahabat satu dengan yang lain.

Kalau demikian, apakah arti hubungan antara orang-orang Kristen dengan berbagai latar belakang budaya, ekonomi, suku bangsa, dan golongan agama? Hal itu berarti bahwa yang mempersatukan kita lebih besar daripada yang memecah-mecah kita. Ini berarti bahwa perbedaan-perbedaan yang ada tidak perlu dipertajam. Kita harus menekankan pada persamaan yaitu takut kepada Allah dan iman kepada Yesus. Ini bukan berarti bahwa kita harus mengabaikan perbedaan-perbedaan tersebut. Gereja penuh dengan keanekaragaman sama seperti alam semestapun penuh dengan keanekaragaman.

Kita harus bersukacita dalam persekutuan kita dan memajukan persatuan kita. Umat Tuhan, dari Timur hingga ke Barat bersahabat. Dan sahabat tidak akan menonjolkan perbedaan pendapat mereka, karena kita sudah mengenakan kasih yang mempersatukan (Kolose 3:14)

Tuhan Yesus adalah kepala gereja dan kita anggotaNya. Mungkinkah anggota dari dalam Satu Tubuh itu bertentangan?

Bacaan Alkitab

“Aku bersekutu (bersahabat) dengan semua orang yang takut kepadaMu, dan dengan orang-orang yang berpegang pada titah-titahMu”

Mazmur 119:63

Add comment