Saat Teduh – Lompatan Besar

Saat Teduh - Hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu (Efesus 52) - Feb 18 2020
Saat Teduh - Hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu (Efesus 52) - Feb 18 2020

Saat Teduh Kristen hari ini: 10 Februari 2020

Bacaan Alkitab

1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 

2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 

3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 

4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 

5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 

6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 

7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 

8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 

9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 

10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 

11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Filipi 2: 1-11

Renungan

Pada tanggal 20 Juli 1969, para astronot Apollo 11 mendarat di bulan. Ini merupakan prestasi manusia yang belum pernah dicapai sebelumnya. Jutaan orang masih ingat perkataan Neil Armstrong: “Satu langkah kecil dari seorang astronot merupakan lompatan besar bagi umat manusia.” Lalu Presiden Nixon menanggapi, “Seluruh umat manusia bersama-sama merasa bangga karenanya.”

Dua ribu tahun yang lalu, sang Pencipta bulan menciptakan suatu lompatan besar dalam hal yang berbeda. Dia turun dari surga ke bumi (Filipi 2:5-8). Anak Allah, Firman yang kekal (Yohanes 1:1,14), turun dari surga dan menjelma menjadi manusia seutuhnya, sekaligus Allah sepenuhnya. Hal ini merupakan lompatan yang luar biasa yang memperlihatkan hati Allah yang penuh kasih kepada kita. Dia bersedia menjadi manusia dan mati di kayu salib untuk membayar hukuman atas dosa-dosa kita. Dengan mempercayai Dia sebagai Juruselamat, kita akan diampuni. Kita juga akan menerima Roh-Nya, yang memampukan kita untuk mengatasi kecongkakan dan ambisi yang mementingkan diri sendiri, serta mendorong kita untuk memperhatikan orang lain (Filipi 2:3,4).

Suatu lompatan besar prestasi manusia dapat membuat seluruh umat manusia merasa bangga, tetapi itu tak ada artinya jika dibandingkan dengan apa yang diperbuat Allah dengan kedatangan Jesus dari surga ke dunia. Dia menyatukan semua orang yang percaya kepada-Nya, serta menumbuhkan sikap rendah hati dan penuh kasih dalam diri mereka, yang menggantikan sikap congkak dan mementingkan diri sendiri. Pergi ke bulan tidak ada artinya jika dibandingkan dengan semua itu

KRISTUS DILAHIRKAN DI BUMI
SUPAYA KITA DILAHIRKAN KEMBALI SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH