Saat teduh: Kesombongan Rohani

saat teduh Januari 2020
saat teduh Januari 2020

Saat Teduh Kristen hari ini: 03 Januari 2020.

Bacaan Alkitab

(7) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

(8) Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya itu menimpa Israel.

(9) Biarlah seluruh bangsa itu mengetahuinya, yakni Efraim dan penduduk Samaria, yang berkata dengan congkaknya dan tinggi hatinya:

(10)”Tembok batu bata jatuh, akan kita dirikan dari batu pahat; pohon-pohon ara ditebang, akan kita ganti dengan pohon-pohon aras.”

(11) Maka TUHAN membangkitkan para panglima Rezin melawan mereka, dan menggerakkan musuh-musuh mereka:

(12) Orang Aram dari timur, dan orang Filistin dari barat, mereka menelan Israel dengan mulut yang lebar. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.

(13)Tetapi bangsa itu tidak kembali kepada Dia yang menghajarnya, dan mereka tidak mencari TUHAN semesta alam.

(14)Maka TUHAN mengerat dari Israel kepala dan ekor, batang dan ranting pada satu hari juga.

(15)Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.

(16) Sebab orang-orang yang mengendalikan bangsa ini adalah penyesat, dan orang-orang yang dikendalikan mereka menjadi kacau.

(17) Sebab itu Tuhan tidak bersukacita karena teruna-teruna mereka, dan tidak sayang kepada anak-anak yatim dan janda-janda mereka, sebab sekaliannya mereka murtad dan berbuat jahat, dan setiap mulut berbicara bebal. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.

(18) Sebab kefasikan itu menyala seperti api yang memakan habis puteri malu dan rumput, lalu membakar belukar di hutan sehingga tonggak asap berkepul-kepul ke atas.

(19) Oleh karena murka TUHAN semesta alam, terbakarlah tanah itu, dan bangsa itu menjadi makanan api; seorangpun tidak mengasihani saudaranya

(20) Mereka mencakup ke sebelah kanan, tetapi masih lapar, mereka memakan ke sebelah kiri, tetapi tidak kenyang, setiap orang memakan daging temannya:

(21)Manasye memakan Efraim, dan Efraim memakan Manasye, dan bersama-sama mereka melawan Yehuda. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.

(10 : 4) Tak dapat kamu lakukan apa-apa selain dari meringkuk di antara orang-orang yang terkurung, dan tewas di antara orang-orang yang terbunuh! Sekalipun semuanya ini terjadi, murka TUHAN belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.

Yesaya 9:7-21

Renungan

Perikop hari ini melukiskan kesombongan Israel dan sifat tidak mau bertobat yang gigih, serta murka dan hukuman Allah atas mereka; walau dalam kesulitan besar mereka tidak bersedia merendahkan diri dan berbalik kepada Allah.

Bahkan sesudah penyerbuan Tiglat-Pileser, raja Asyur atas Samaria, Efraim masih saja mengabaikan peringatan Allah. Dengan sombong mereka hendak membangun kembali negeri mereka yang hancur dan membuatnya menjadi lebih kuat dan megah daripada sebelumnya. Bekas sekutu mereka Siria dan Filistin, bergabung dengan pasukan Asyur lah anak mereka.

Dosa mengandung benih hukuman dan kebinasaannya sendiri. Akan muncul ketakutan perang saudara Efraim dan Manasye, dua suku utama yang membentuk Kerajaan Utara. Empat kali Tuhan memberi peringatan,hal ini menunjukkan kedasyatan murka Tuhan. Namun, Tuhan memberi kesempatan kepada mereka untuk bertobat. Sayang, mereka tidak juga bertobat. Perbuatan dosanya semakin merajelela, seperti :

  • Para pemimpin  dengan biadab menindas rakyat dan menyalahgunakan kekuasaan.
  • Moralitas para penegak hukum rusak total. Apabila kekejaman, kecurangan,keserakahan,yang dimenangkan, apalagi yang dapat diharapkan dari para pelaku peradilan ?

Maka, tidak ada pilihan lain kecuali penghukuman, kesombongan mereka telah mendahului kehancuran mereka. Mari kita terus mengevaluasi hidup kita. Berapa banyak peringatan dan kesempatan yang diberikan kepada kita untuk bertobat? Marilah dengan rendah kita akui kegagalan dan dosa-dosa kita dan berbalik kepada Allah. Jalin hubungan yang intim dengan Tuhan, karena Dia yang memampukan setiap kita bangkit dari dosa dan keterpurukan.