Saat Teduh – Kasih Itu Mau Mendengarkan

Saat Teduh - MENDENGARKAN MUNGKIN MERUPAKAN TINDAKAN PALING PENUH KASIH YANG DAPAT ANDA LAKUKAN HARI INI - Feb 14 2020
Saat Teduh - MENDENGARKAN MUNGKIN MERUPAKAN TINDAKAN PALING PENUH KASIH YANG DAPAT ANDA LAKUKAN HARI INI - Feb 14 2020

Saat Teduh Kristen hari ini: 14 Februari 2020

Bacaan Alkitab

145 Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN! Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang. 

146 Aku berseru kepada-Mu; selamatkanlah aku! Aku hendak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu. 

147 Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. 

148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu. 

149 Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu. 

150 Mendekat orang-orang yang mengejar aku dengan maksud jahat, mereka menjauh dari Taurat-Mu. 

151 Engkau dekat, ya TUHAN, dan segala perintah-Mu adalah benar. 

152 Sejak dahulu aku tahu dari peringatan-peringatan-Mu, bahwa Engkau telah menetapkannya untuk selama-lamanya. 

Mazmur 119:145-152

Renungan

Bila kita mengasihi orang lain, kita pasti mau mendengarkan mereka. Tentu saja, unutk memberi perhatian dan mendengarkan apa yang mereka katakan dibutuhkan waktu dan usaha. Namun tatkala kita melakukannya, berarti kita tengah menunjukkan perhatian dan rasa hormat yang tulus.

Penulis Wayne Alderson bercerita tentang seorang pendeta muda yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mendengarkan maslah-masalah yang dialami jemaatnya. Suatu hari ia pulang dan menyapa istrinya, “Bagaimana kabarmu?” Selama setengah jam istrinya bercerita tentang masalah dengan mobilnya, sakit telinga yang diderita anaknya, dan kesulitan yang dihadapi ketika memperbaiki alat-alat rumah-tangga. Lalu sang pendeta mulai memberi pemecahan masalah, dan menyebutkan sederet hal yang perlu dilakukan.

Namun istrinya hanya menatapnya, lalu menghela napas panjang, “Aku sudah melakukan semua itu,” sehutnya. “Aku tidak meminta pemecahan masalah. Aku cuma butuh perhatianmu terhadap apa yang kualami.”

Ketika Daud memohon, “Dengarkan suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu” (Mazmur 119:149), ia mengungkapkan kebenaran bahwa Allah yang mengasihi kita selalu mau mendengarkan kita. Kesediaan untuk mendengarkan adalah bagian dari mengasihi.

Mendengarkan (istri, suami, rekan kerja, atau saudara seiman) mungkin merupakan bentuk perhatian yang dibutuhkan seseorang agar memperoleh semangat kembali atau agar dapat melihat suatu masalah dengan lebih jernih. Mulailah mendengarkan. Allah sendiri menunjukkan bahwa kasih itu mau mendengarkan

MENDENGARKAN MUNGKIN MERUPAKAN
TINDAKAN PALING PENUH KASIH YANG DAPAT ANDA LAKUKAN HARI INI