Saat Teduh – Dalam Kasih Ada Penghargaan

Saat Teduh - Hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu (Efesus 52) - Feb 18 2020
Saat Teduh - Hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu (Efesus 52) - Feb 18 2020

Saat Teduh Kristen hari ini: 03 Februari 2020

Bacaan Alkitab

23 Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu. 

24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. 

25 Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. 

26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. 

27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, 

28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. 

Ibrani 9:23-28

Renungan

Wayne dan Red bertugas di peleton yang sama saat pasukan sekutu bergerak melintasi Eropa pada Perang Dunia II. Saat itu, Wayne menawarkan diri menjadi “penunjuk jalan” yang memimpin peletonnya memasuki wilayah musuh, sedangkan Red siap mendukungnya dari belakang.

Kedua orang ini memimpin pasukan mereka melewati beberapa pertempuran hingga mereka mencapai “Garis Siegfrie” yang terkenal. Mereka tiba di tanah tak berpenghuni dan kemudian melompat ke parit perlindungan musuh. Tatkala sebuah granat yang masih aktif meledak di hadapan mereka, Wayne, yang memimpin di depan terluka karena ledakan tersebut. Melihat Wayne tidak berdaya, Red maju dan cepat-cepat mengangkat Wayne. Lalu ia berputar dan melindungi Wayne dari tembakan. Beberapa detik kemudian Red tertembak peluru musuh dan meninggal seketika. Wayne yang bertahan hidup, kemudian menulis demikian, “Tak seorang pun pernah menghargai saya lebih dari Red.”

Demikian pula dengan Yesus. Dia “terkena peluru” yang sebenarnya diarahkan kepada kita. Kita lahir di dalam dosa, dan “upah dosa ialah maut” (Roma 6:23). Karena begitu besar kasih Allah, Anak Allah menjelma menjadi manusia, hidup tanpa dosa, dan mengambil alih hukuman kita dengan mati di kayu salib (1 Petrus 3:18). Karena Yesus mati, kita mendapat kehidupan yang kekal.

Sudahkah Anda memiliki kehidupan yang seperti itu? Jika belum, percayalah kepada Kristus hari ini juga. Maka Anda pun akan dapat berkata, “Tak seorang pun pernah menghargai saya lebih dari Kristus”

YESUS MENGGANTIKAN TEMPAT SAYA DI KAYU SALIB
UNTUK MENYEDIAKAN TEMPAT BAGI SAYA DI SURGA