Saat Teduh – BESARNYA KASIH ALLAH

Saat Teduh - Hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu (Efesus 52) - Feb 18 2020
Saat Teduh - Hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu (Efesus 52) - Feb 18 2020

Saat Teduh Kristen hari ini: 02 Februari 2020

Bacaan Alkitab

1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 

2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” 

3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” 

4 Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” 

5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 

6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. 

7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. 

8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” 

9 Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” 

10 Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? 

11 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. 

12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? 

13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 

14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 

15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. 

16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 

17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. 

18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Lukas 6:27-38

Renungan

Kasih Allah kepada kita begitu besar sehingga kita sulit memahaminya. Kasih itu menjangkau kita melalui gelapnya dunia yang penuh dosa, bahkan sekalipun kita tidak layak menerima kasih-Nya. Alkitab berkata bahwa sebelum menciptakan planet kita ini, Allah sudah memutuskan bahwa kelak Dia akan menunjukkan kasih-Nya yang begitu dalam kepada kita yang berdosa, yakni melalui kematian Putra-Nya di kayu salib (1 Petrus 1:20; Wahyu 13:8). 

Saya membayangkan bahwa saya menoleh ke belakang dan melihat Tuhan sedang mengangkat gunung-gunung, memotong barisan bukit dengan aliran sungai, dan meratakan dataran. Saya menyaksikan bagaimana Dia menciptakan lautan yang luas dan danau-danau yang indah. Kemudian, setelah semua pekerjaan itu berakhir, saya melihat Dia beristirahat sambil memandangi hasil ciptaan-Nya yang indah. Lalu Dia memandang bagian dunia tempat Putra-Nya kelak akan dilahirkan. Dia tahu Yesus akan ditolak dan disalibkan. Sebenarnya, dengan sedikit sapuan tangan-Nya, Dia dapat melenyapkan dunia ini dan menghindarkan Putra-Nya dari penderitaan salib. Namun Dia tidak melakukannya.

Karena kasih Allah, sang Putra diutus ke dunia dan dikurbankan. Di Kalvari, Dia mati untuk menebus dosa-dosa kita. Dalam Yohanes 3:16 tertulis, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Betapa besar kasih-Nya kepada kita!

KARENA KASIH ALLAH YANG KEKAL 
KITA DAPAT MEMPEROLEH KEHIDUPAN YANG KEKAL