Saat Teduh – ALASAN UNTUK HIDUP

Saat Teduh - Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 121) - Feb 06 2020
Saat Teduh - Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 121) - Feb 06 2020

Saat Teduh Kristen hari ini: 06 Februari 2020

Bacaan Alkitab

1 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. (3-1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu. 

2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu, 

3 karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. 

4 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: 

5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, 

6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. 

7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 

8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, 

9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. 

10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, 

11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. 

Filipi 3:1-11

Renungan

Isaac Asimov menceritakan kisah tentang Pak Jones yang mabuk laut karena melakukan perjalanan laut yang berat. Pada saat itu seorang pelayan kapal yang baik menepuk pundak Jones dan berkata, “Saya mengerti keadaan ini sangat tidak menyenangkan bagi Anda. Namun percayalah, Pak, tidak pernah ada orang yang meninggal karena mabuk laut.” Jones mendongakkan wajahnya yang pucat pada pelayan yang penuh perhatian itu dan menjawab, “Oh, jangan katakan itu! Justru harapan indah tentang kematianlah yang membuatku tetap bertahan hidup.”

Kata-kata Jones itu mengungkapkan suatu makna, bukan sekadar ironi. Sebagai orang Kristen, saya mendengar gema kata-kata Paulus kepada jemaat di Filipi. Ia berkata bahwa harapan indah tentang kematian membuatnya tetap bertahan (Filipi 1:21-23). Paulus tidak minta dilepaskan dari penderitaan, karena pengharapannya berakar dalam Kristus yang mati di kayu salib untuk manusia berdosa, bangkit dari kubur, naik ke surga, dan suatu hari kelak akan membawa Paulus ke hadirat-Nya.

Bagaimana mungkin harapan untuk bertemu Kristus, yakni saat kematian menjemput atau saat kedatangan Kristus, dapat membuat Paulus tetap bertahan? Harapan itu memberinya makna dalam setiap hal yang dialami dan memberinya alasan untuk hidup bagi Kristus. Selain itu, harapan tersebut juga memberinya dorongan untuk memusatkan perhatian pada sesama yang membutuhkan penguatan. Ia berkata, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (ayat 21).

Bapa, terima kasih atas kebangkitan Kristus. Karena Dialah kami memiliki alasan untuk hidup. 

MEREKA YANG SIAP UNTUK MATI ADALAH ORANG-ORANG YANG SIAP UNTUK HIDUP