Renungan harian: UPAH TERBUKA

Renungan harian Januari 2020
Renungan harian Januari 2020

Renungan Harian Kristen hari ini: 25 Januari 2020.

Bacaan Alkitab

“Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”

Matius 6:3-4

Renungan

Ketika Yesus mengajar Kotbah di Bukit tentang cara yang benar dan salah dalam memberi, berdoa dan berpuasa (Mat. 6:1-18), Dia mengacu pada keangkuhan orang Farisi dan hati Farisi. Dia menetapkan hukum-hukum dalam memberi, yang mencakup pertama-tama, memberi dengan tulus hati, sehingga sang pemberi akan mendapat upah dari Bapanya di Surga (Mat. 6:1). Kedua, adalah penting memberi dengan sembunyi-sembunyi, sebagaimana seseorang yang menciptakan perhatian dalam memberi hanya akan mendapat perhatian saja sebagai upahnya.

Komentari Tyndale’s Concise Bible berkata, “Mengumumkan dengan ‘meniup terompet’ (Mat. 6:2) mungkin mengacu pada sebuah cara yang penuh keributan, dimana persembahan dilontarkan pada tiga belas peti uang berbentuk terompet dalam bait.”

Komentari Nelson’s KJV berkata, Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu” (Mat. 6:3) berarti bahwa pemberian keuangan untuk pekerjaan Tuhan harus dilakukan dengan penuh kebebasan dan spontanitas, dimana tangan kanannya tidak dapat mengikuti tangan kirinya.

Matthew Henry berkata tentang Matius 6:4 “kita tidak boleh membiarkan orang lain mengetahui apa yang kita kerjakan… kita tidak boleh mengamatinya secara berlebihan untuk diri sendiri: tangan kiri merupakan bagian diri kita; kita tidak boleh membiarkan diri memperhatikan secara berlebihan atas kebaikan yang kita lakukan, tidak boleh memuji dan kagum atas diri sendiri. Kepuasan diri dan kepenuhan diri, dan memuja bayangan sendiri, adalah ranting-ranting keangkuhan, yang berbahaya seperti halnya kemuliaan dan pamer yang sia-sia di hadapan manusia.”

RENUNGAN: Seorang manusia saleh, menjadi penuh belas kasihan dan simpati dan yang setia pada Allah dan manusia, akan diberkati (Mzm. 112:4).

DOA: Tuhan, semoga saya memberi pada-Mu dengan sikap yang benar, dengan gembira dan spontan.