Renungan harian: TOK, TOK!

Renungan harian Januari 2020
Renungan harian Januari 2020

Renungan Harian Kristen hari ini: 12 Januari 2020.

Bacaan Alkitab

1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 

1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman 

1:10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. 

1:11 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. 

1:12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

2 Tim. 1:8-12

Renungan

Terdengar ketukan di depan rumah sebuah keluarga baru. Ketika sang ayah membuka pintu, ia disapa oleh seseorang yang belum pernah dijumpainya—seorang pria ramah dari gereja dekat rumah yang mampir untuk sekadar menanyakan kabar.

Perilakunya yang menyenangkan dan kata-katanya yang ramah membuat sang ayah terkesan, kemudian keduanya berjanji untuk bertemu kembali. Saat mereka bertemu kembali, tamu itu mengenalkan Injil Yesus Kristus kepadanya. Baik dirinya maupun istrinya memercayai Yesus sebagai Juru Selamat.

Pertemuan tersebut mengubah segalanya. Pasangan suami istri itu mulai pergi ke gereja, dan keenam anak mereka pun menjadi orang yang percaya kepada Kristus. Akhirnya, sang ayah menjadi guru Sekolah Minggu dan diaken.

Salah seorang putri pasangan ini tumbuh dewasa dan kuliah di universitas kristiani yang sama dengan saya. Mahasiswi itu bernama Sue, dan sejak pertama kali saya melihat gadis imut dari Grand Rapids itu, saya jatuh cinta kepadanya. Pria yang membukakan pintu tersebut akhirnya menjadi ayah mertua saya. Duta dari pintu-ke-pintu itu tidak hanya mengubah satu orang pria, tetapi juga seluruh ke­luarga—dan hasilnya terus-menerus menggema.

Paulus mendorong kita, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang” (Kol. 4:6).

Hidup dan masa depan siapa yang akan Anda pengaruhi hari ini?

Tuhan, berikan beberapa jiwa dalam hatiku,
Dan kasihilah mereka melalui diriku;
Dengan sepenuh hati kulakukan bagianku
Untuk memenangkan mereka kepada-Mu. –Tucker

KABAR BAIK KRISTUS
TERLALU BAIK UNTUK DISIMPAN SENDIRI