Renungan harian: Rasa Takut

Renungan harian Januari 2020
Renungan harian Januari 2020

Renungan Harian Kristen hari ini: 22 Januari 2020.

Bacaan Alkitab

“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna. melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.”

1 Yohanes 4 : 18

Renungan

Negara adi kuasa, Amerika Serikat, di awal tahun tiga puluhan mengalami resesi yang amat parah dan pada tanggal 4 Maret 1933 Franklin Delano Roosevelt dilantik menjadi presiden yang baru. Presiden Roosevelt pada pidato inaugurasinya untuk bangsanya yang sedang tidak berdaya, mengatakan: “The only thing we have to fear is fear itself.” (Satu satunya hal yang kita harus takuti adalah perasaan takut itu sendiri). Ungkapan tersebut ternyata membangkitkan semangat dan keberanian bangsa yang sedang tergoncang ini untuk bangkit kembali menyongsong hari depan yang lebih baik.

Kadangkala ketakutan hinggap dalam hidup kita ketika ada pihak lain meminta pertolongan kita. Kita sering mempertimbangkan segala konsekuensinya secara cermat dan teliti. Tidak jarang hal ini kita lakukan karena kita kuatir dan takut kalau kita harus menanggung resiko berupa: keselamatan diri kita terancam atau harta kita berkurang sehingga kita tidak lagi nyaman dan berkecukupan. Rasa kuatir dan takut yang berlebihan seringkali menghalangi pandangan kita untuk melihat dan merasakan kasih karunia Tuhan.

Ibu Teresa pernah menceritakan sebuah pengalamannya yang sangat mengharukan, menyentuh dan menggugah hati. Begini ceritanya: Pada suatu malam, seseorang memberitahukannya bahwa ada sebuah keluarga Hindu dengan delapan anak yang sudah berhari-hari tidak makan sedikitpun, karena tidak memiliki apapun untuk dimakan. Ibu Teresa bergegas pergi melawatnya dengan membawa beras secukupnya. Beliau menjumpai anak-anak yang matanya melotot karena lapar. Sungguh sangat menyedihkan! Ibu Hindu itu menerima beras dari tangan Ibu Teresa, kemudian membaginya menjadi dua bagian, lalu pergi. Ketika kembali Ibu Teresa menanyakannya: “Ke mana saja kau pergi? Apa yang kau lakukan?” Dia menjawab: “Mereka juga kelaparan.” Rupanya yang dimaksud dengan “mereka” adalah tetangganya, sebuah keluarga Muslim yang mempunyai jumlah anak yang sama, yang harus ditolong karena mereka juga tidak memiliki apa-apa untuk dimakan. Ternyata ada kasih di hati Ibu itu. Walaupun ia hanya menerima beras secukupnya dari Ibu Teresa, karena kasih, ia tidak takut dlan berani berbagi dengan orang lain.

Bagaimana dengan kita? Apakah ketakutan kita menghalangi mengalirnya kasih Tuhan yang diberikan-Nya kepada kita? Ingatlah Kasih selalu menutupi dan mengalahkan segala sesuatu; termasuk mengalahkan ketakutan kita.