Renungan harian: PATUNG POLISI

Renungan harian Januari 2020
Renungan harian Januari 2020

Renungan Harian Kristen hari ini: 15 Januari 2020.

Bacaan Alkitab

14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. 

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. 

14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. 

14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. 

14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. 

14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” 

14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” 

14:23 Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. 

14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Yohanes 14:15-24

Renungan

Selama beberapa tahun, keluarga kami tinggal di Kalifornia sebelah selatan, ketika saya melayani di sebuah gereja yang ada di sana. Lingkungan tempat tinggal kami tidak memiliki polisi yang cukup untuk terus mengawasi lalu lintas. Maka, sungguh memprihatinkan bila keselamatan di situ kurang terjamin, khususnya karena pengemudi yang sembrono.

Untuk menanggapi keadaan ini, para pejabat kota menyampaikan sebuah solusi yang mereka sebut Patung Polisi. Maneken berseragam ini ditempatkan di mobil-mobil patroli sepanjang jalan. Tentu saja “petugas polisi” ini tidak bisa mengejar pelanggar hukum atau menulis surat tilang, tetapi kemunculan mobil-mobil patroli yang “berpenumpang” ini sudah cukup membuat para pengemudi mengurangi laju kendaraan. Ini merupakan cara kreatif untuk mengelabui supaya warga mematuhi hukum.

Kenyataannya, makna penting di balik ketaatan menjadi hilang jika kita taat hanya karena merasa wajib melakukannya, atau karena menganggapnya sebagai tugas. Selayaknya kita memilih melakukan sesuatu yang berkenan kepada Tuhan karena kita mengasihi-Nya. Yesus berkata, “Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku” (Yoh. 14:21). Kita sebaiknya “berusaha, supaya kami berkenan kepada-Nya” (2 Kor. 5:9).

Marilah kita melakukan hal benar dari hati yang penuh syukur atas anugerah-Nya bagi kita.

Motivasi ketaatan yang paling murni
Saat kita mengikuti jalan-jalan Allah
Adalah sewaktu kita berusaha
Menyenangkan, mengasihi, dan memuji Dia. –Sper

HASRAT KITA UNTUK MENYENANGKAN ALLAH
MERUPAKAN MOTIVASI TERBESAR KITA UNTUK MENAATI ALLAH