Renungan harian: MELEBIHI PROPORSI

Renungan harian Januari 2020
Renungan harian Januari 2020

Renungan Harian Kristen hari ini: 11 Januari 2020.

Bacaan Alkitab

111:1 Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. 

111:2 Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. 

111:3 Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. 

111:4 Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. 

111:5 Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. 

111:6 Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa. 

111:7 Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh, 

111:8 kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran. 

111:9 Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat. 

111:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Mazmur 111

Renungan

Saya tidak akan pernah lupa ketika saya berfoto bersama Shaquille O’Neal, seorang atlet bola basket profesional. Saya tidak pernah merasa pendek, sampai saya berdiri di sebelah Shaq yang tinggi badannya 2 meter lebih. Ketika kepala saya menyembul dari bawah lengannya, tiba-tiba saya menyadari bahwa saya tidak setinggi yang saya pikir, setidaknya ketika saya berdiri di samping Shaq!

Pemazmur menulis, “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan” (111:10). Takut akan Allah merupakan syarat jika kita ingin menilai sesuatu sesuai dengan proporsinya, seperti kenyataan bahwa Dia jauh lebih besar dalam segala hal dibanding kita. “Besar perbuatan-perbuatan Tuhan” (ay. 2). Semua itu merupakan hasil kasih, kekuatan, hikmat, nubuat, kehendak, dan kesetiaan-Nya. Takut akan Allah berarti menggenggam kebenaran ini.

Namun, kita sangat mudah mengabaikan kebenaran itu ketika kita tidak berada di dekat Allah. Semakin kita dekat kepada-Nya, semakin kita menyadari betapa kurangnya kita, dan betapa kita amat membutuhkan hikmat-Nya yang jauh lebih besar untuk mengarahkan hidup kita. Apabila kita mengandalkan diri kita yang kecil ini, maka segalanya menjadi tidak harmonis. Jika kita mau jujur, harus diakui bahwa perspektif kita yang terbatas sering salah dan kadang kala dapat merusak.

Orang bijak menyadari betapa sedikitnya pengetahuan mereka dan betapa besar kebutuhan mereka akan hikmat yang agung dari Allah.

Betapa agung, ya Yahwe, perbuatan-Mu,
Sungguh dalam setiap gagasan-Mu;
Orang bebal tak mungkin memahami,
Begitu juga yang berpikiran duniawi. –Psalter

ORANG BIJAK AKAN MENYADARI KETERBATASAN MEREKA
DAN KUASA ALLAH YANG TAK TERBATAS