Renungan.org
Home - Renungan Harian - Renungan harian: KASIH TUHAN TAK BERBALAS

Renungan harian: KASIH TUHAN TAK BERBALAS

Renungan harian Januari 2020

Renungan Harian Kristen hari ini: 08 Januari 2020.

Bacaan Alkitab

6:1. Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,

6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

6:3. Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”

6:4. Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

6:7 Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”

6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

Kejadian 6 :1-8

Renungan

Dosa telah mengubah hubungan antara Tuhan dan manusia selamanya. Ketika manusia diusir dari Taman Eden, itu merupakan suatu peringatan keras bahwa akan selalu ada jurang pemisah yang besar antara manusia dan Tuhan. Ikatan yang indah dan persekutuan yang manis telah terputus. Manusia tidak bisa lagi langsung berhubungan dengan Tuhan. Sekarang manusia yang penuh dosa hanya bisa mendekati Allah Tritunggal yang kudus dengan takut dan gentar. Dan manusia harus selalu datang dengan darah korban persembahan. Tanpa penumpahan darah, tidak akan ada pengampunan dosa (Ibr. 9:22). Inilah jalan untuk mendekat kepada Tuhan yang disediakan Tuhan bagi manusia berdosa.

Peluang untuk datang mendekat kepada Tuhan ini mengungkapkan bahwa Tuhan masih ingin bersekutu dengan manusia. Tuhan bisa saja menutup semua kemungkinan untuk bersekutu dengan manusia, tetapi Dia tidaklah berbuat demikian. Tuhan tetap mengasihi manusia walaupun manusia tidak layak menerima kasih-Nya. Tetapi, akankah kasih Tuhan berbalas? Apakah manusia yang penuh dosa tahu menghargai kasih Tuhan? Kejadian 6:5 memberikan jawaban bagi kita, “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.” Bukan saja tidak mengakui semua dosanya dan bertobat, dan berterima kasih kepada Tuhan atas kasih-Nya yang besar, manusia bahkan berencana untuk memberontak terhadap Tuhan. Pemberontakan manusia membuat hati Tuhan sakit dan pilu (Kej. 6:6).

Tidaklah heran bahwa Tuhan harus membinasakan semua manusia berdosa dari muka bumi (Kej. 6:7). Memang sudah cukup kesabaran Tuhan. Karena kejahatan manusia, Tuhan mendatangkan banjir global untuk membinasakan seluruh bumi. Akan tetapi, ini bukanlah pemusnahan total. Tuhan masih menyelamatkan delapan jiwa. Tuhan bisa saja membinasakan semua manusia, tetapi Tuhan tidak berbuat demikian. Mengapa? Sebab Tuhan masih mengasihi manusia dan bertekad untuk menepati janji-Nya dalam Kejadian 3:15. Apakah Juruselamat masih perlu datang jika semua manusia telah musnah ketika banjir global? Oh, betapa dalamnya kasih Tuhan kepada kita! Semoga kita juga mengasihi Tuhan sebagaimana Dia mengasihi kita. Amin.

RENUNGKAN: Bagaimana Tuhan masih bisa mengasihi kita ketika kita sama sekali tidak mengasihi Dia?

DOAKAN: Oh, Bapa Sorgawi, tolong saya untuk mengasihi-Mu sebagaimana Engkau telah mengasihi saya.

Add comment