Renungan.org
Home - Renungan Harian - Renungan Harian – Berdosa terhadap Allah

Renungan Harian – Berdosa terhadap Allah

Renungan harian - hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah - 10 Februari - Renungan.org

Renungan Harian Kristen hari ini: 10 Februari 2020.

Bacaan Alkitab

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Mazmur 51:17

Renungan

Sungguh merupakan suatu berkat yang besar memandang dosa dan kelemahan daging kita di hadapan Allah yang kudus! Kita harus berterima kasih kepada Allah atas karya kasih karunia Roh Kudus dalam meyakinkan kita akan dosa kita lewat Firman Kudus-Nya dan meyakinkan kita akan kebenaran Allah dan penghakimannya yang adil (Yoh. 16:8), sehingga kita bisa melihat kejahatan kita dan kembali kepada Allah dalam pertobatan dengan suatu hati yang patah dan remuk.

Raja Saul tidak melihat bahwa dia bukan saja telah melakukan “apa yang jahat di mata TUHAN”, tidak bertobat dari dosanya, dan malahan membela diri ketika Nabi Samuel menyingkapkan dosanya (1Sam. 15:19-23). Raja Daud adalah seorang percaya yang telah lahir baru, Roh Kudus menyertai dia, dan “…berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul” (1Sam. 24:5) dan “Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat…” (2Sam. 24:10). Hati Daud benar-benar patah dan remuk ketika Nabi Natan menyingkapkan dosa perzinahan dan pembunuhannya (2Sam. 12:7-13). Kita tidak boleh menunggu hingga kita melakukan dosa berat baru hati kita patah dan remuk. Semoga Roh Kudus menyelaraskan hati nurani kita dengan Firman-Nya yang kudus, sehingga hati nurani kita menjadi tajam dan sensitif, agar bisa mendeteksi dosa dan semua kejahatan dalam hati kita, serta menjauhkan kita dari dosa berat.

Mazmur 51 adalah doa pertobatan Daud kepada Allah, dan dia mengalami bahwa “…hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” (ay. 17). “Patah” bahasa Ibraninya adalah kata kerja shabar, yang berarti “mematahkan hingga potongan kecil-kecil” (Gesenius). Kata “remuk” bahasa Ibraninya adalah kata kerja dakah, yang artinya adalah “mematahkan hingga potongan kecil-kecil, meremukkan” (Gesenius). Jadi hati yang patah dan remuk bukanlah hati yang utuh, melainkan hati patah, remuk, penuh penyesalan, gelisah, dan sakit. Hanya Roh Kudus yang bisa mematahkan hati kita yang penuh dosa, keras kepala, dan sombong, dengan membiarkan kita melihat betapa seriusnya dosa kita di hadapan Allah yang kudus, dan lalu menolong kita untuk berseru kepada Tuhan untuk kemurahan, pengampunan, dan pembersihan-Nya. Apakah kita memilih suatu hati yang patah dan remuk?

RENUNGKAN: Roh Kuduslah yang telah meyakinkan saya atas dosa saya.

DOAKAN: Oh Tuhan, tolong selidiki dan yakinkan saya atas dosa saya.

Add comment