Renungan harian: ADA CINTA

Renungan harian Januari 2020
Renungan harian Januari 2020

Renungan Harian Kristen hari ini: 14 Januari 2020.

Bacaan Alkitab

4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. 

4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 

4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 

4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 

4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

1 Yohanes 4:7–11

Renungan

Beberapa waktu lalu, saya berkirim-kiriman e-mail dengan seorang teman yang usianya mendekati 30 tahun dan tidak sedang menjalin hubungan asmara yang serius. Ia seorang pria kristiani yang berbakat, menyenangkan, tampan, dan beriman. Namun sejauh ini, segala hal romantis tampaknya tak banyak berarti lagi baginya.

Beberapa bulan sebelumnya, ia begitu bersemangat menjalin hubungan dengan seorang wanita muda sahabat penanya. Namun, dua minggu sebelum mereka bertemu untuk kali pertama, wanita itu tewas tertabrak seorang pengemudi mabuk. Teman saya pun pergi menemui keluarga wanita itu, ikut berbelasungkawa, dan mengatasi kehilangannya sendiri.

Dewasa ini, banyak orang merasakan ketidakhadiran cinta, sejelas orang lain yang merayakan kehadirannya. Di dunia di mana cinta sangat berarti, adakah firman Tuhan yang berlaku bagi setiap orang, baik yang memiliki maupun tidak memiliki kekasih?

Fokus 1 Yohanes 4 bukanlah tentang dicintai orang lain, melainkan tentang kasih Allah kepada kita dan kasih kita kepada sesama (ay. 7-11). Menurut 1 Korintus 13:7, kasih seperti ini “menahan segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu”. Bagaimana mungkin? Karena kasih Allah “telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus” (Rm. 5:5).

Setelah kartu dan bunga lama dilupakan, selalu ada kasih dari hati Allah bagi kita!

Hari ini saat kita mengungkapkan
Kasih setia yang tak kunjung padam,
Jangan lupa bahwa kasih Allah yang sempurna
Dinyatakan kepada kita di dalam Anak-Nya. –Hess

SEMAKIN DALAM KITA MEMAHAMI KASIH ALLAH BAGI KITA
SEMAKIN BANYAK KASIH YANG KITA TUNJUKKAN KEPADA SESAMA